Smart Mobility Hub: Integrasi Internet Of Things (Iot) dan Kecerdasan Buatan dalam Transformasi Infrastruktur Transportasi Cerdas Berkelanjutan di Indonesia

Main Article Content

M. Rolandza Arimus
Femmy Schouten

Abstract

Transportation infrastructure in Indonesia, particularly in metropolitan areas such as Jabodetabek, continued to face major challenges in the form of traffic congestion, limited intermodal integration, and low operational efficiency. A 2019 study by Bappenas and the Jabodetabek Urban Transportation Policy Integration (JUTPI) found that economic losses caused by congestion in Jabodetabek reached approximately IDR 100 trillion per year. This paper aimed to examine the concept, urgency, and implementation strategy of the Smart Mobility Hub, an integrated smart transportation infrastructure model based on the Internet of Things (IoT) and artificial intelligence (AI), as a solution to optimize intermodal connectivity and mobility efficiency in Indonesia. The method used was a literature study with a descriptive-qualitative approach, analyzing government policies, scientific journals, official institutional reports, and case studies of smart transportation technology implementation in Indonesia. The findings indicated that the integration of technologies such as Intelligent Transportation Systems (ITS), Area Traffic Control Systems (ATCS), the Multi Lane Free Flow (MLFF) contactless toll payment system, and the AI-based Intelligent Traffic Control System (ITCS) already implemented at several intersections in Jakarta reduced vehicle waiting times by up to 20 percent. The proposed Smart Mobility Hub concept integrated IoT sensors, AI-based analytics, and centralized data platforms at strategic transportation nodes to create seamless intermodal connectivity.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

Akurat.co. (2026). Kemacetan makin parah, ekonomi Jakarta tekor hingga Rp100 triliun per tahun.

Diakses dari https://akurat.co/

ANTARA News. (2024). Teknologi MLFF berperan percepat flow kendaraan di jalan tol. Diakses dari https://www.antaranews.com/

Badan Kebijakan Transportasi. (2021). Penerapan sistem transportasi cerdas di Ibu Kota Negara baru.

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Diakses dari https://baketrans.dephub.go.id/

Badan Pengatur Jalan Tol. (2026). Pemerintah tegaskan implementasi MLFF dilakukan bertahap, utamakan kesiapan sistem, pengguna, dan ekosistem. Kementerian Pekerjaan Umum. Diakses dari https://bpjt.pu.go.id/

Bappenas. (2019). Laporan kajian kerugian ekonomi akibat kemacetan lalu lintas di Jabodetabek.

Kementerian PPN/Bappenas.

CNBC Indonesia. (2024). Kerugian akibat macet di Jakarta tembus Rp 100 triliun per tahun. Diakses dari https://www.cnbcindonesia.com/

Firdaus, M. R., & Hidayat, T. (2024). Analisis kesiapan infrastruktur untuk penerapan Multi Lane Free Flow (MLFF) di Indonesia. Jurnal Transportasi dan Logistik, 9(1), 78-90.

Investortrust.id. (2024). Siap-siap, sistem bayar tol nirsentuh MLFF bakal diterapkan kuartal I-2025.

Diakses dari https://investortrust.id/

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2024). Rencana Induk Transportasi Nasional Berbasis Smart Mobility. Jakarta: Kemenhub.

Mahendra, A. (2024). Evaluasi penerapan Area Traffic Control System (ATCS) untuk mengurangi tundaan lalu lintas di persimpangan. Jurnal Rekayasa Sipil, 18(4), 305-318.

Prasetya, B. A. (2025). Peran Internet of Things dalam meningkatkan keamanan dan efisiensi transportasi. Jurnal Elektrika, 17(1), 45-56.

Rahardjo, B. (2023). Tantangan regulasi kendaraan otonom di Indonesia: Sebuah studi literatur. Jurnal Hukum Teknologi, 5(1), 33-47.

Susilawati, S. (2025). Konsep Smart Mobility Hub dalam mewujudkan konektivitas antarmoda yang berkelanjutan. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 15(2), 150-165.

Sutanto, R. H., & Wijaya, A. (2023). Pengaruh implementasi Artificial Intelligence pada manajemen transportasi perkotaan. Jurnal Sistem Cerdas, 12(2), 112-125.

Widyastuti, H., & Pratama, D. (2022). Tinjauan kritis terhadap pengembangan Intelligent Transportation System di kota-kota besar Indonesia. Jurnal Teknik Sipil, 29(3), 211-224.